Nabire – Badan Gizi Nasional (BGN) Koordinator Wilayah Nabire, Provinsi Papua Tengah, mengubah skema pemberian program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan dengan membedakan jenis menu bagi siswa yang berpuasa dan tidak berpuasa.
Koordinator Wilayah BGN Nabire, Marsel Asyerem, di Nabire, Senin, mengatakan perubahan tersebut mengacu pada surat edaran petunjuk teknis pelaksanaan MBG dari BGN Pusat selama Ramadhan.
“Skemanya mengalami sedikit perubahan. Untuk anak-anak yang berpuasa diberikan paket menu sehat kering agar bisa dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka, sedangkan yang tidak berpuasa tetap diberikan menu siap santap seperti biasa,” ujarnya.
Sebelum penerapan kebijakan itu, pihaknya terlebih dahulu menyurati sekolah melalui kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna menyampaikan perubahan mekanisme pelayanan. Selanjutnya, sekolah diminta mengirimkan data jumlah siswa Muslim dan non-Muslim sebagai dasar penyaluran menu MBG.
Menurut Marsel, kebijakan tersebut sekaligus memberi manfaat tambahan bagi keluarga karena paket menu kering dapat dikonsumsi bersama saat berbuka puasa di rumah, sehingga mendukung kebersamaan keluarga sekaligus pemenuhan kebutuhan gizi anak.
Namun demikian, perubahan skema pelayanan juga menghadirkan tantangan bagi SPPG karena harus menyiapkan dua jenis sajian setiap hari, yakni paket kering dan menu siap santap. Sebelumnya, dapur SPPG hanya memproduksi satu jenis menu setiap hari.
“Tenaga kerja cukup kewalahan karena jumlah pekerja di setiap SPPG dibatasi maksimal 47 orang sehingga berdampak pada proses produksi hingga pengantaran,” jelasnya.
Sebagai solusi, BGN memberikan opsi kepada pihak sekolah untuk memilih satu jenis sajian agar pelayanan dapat lebih seragam dan efisien sesuai dengan kemampuan dapur SPPG di masing-masing wilayah.
Saat ini terdapat 12 SPPG aktif di Nabire yang melayani sekitar 22.000 siswa penerima manfaat program MBG. BGN memastikan pelayanan MBG selama Ramadhan tetap berjalan optimal sebagai bagian dari komitmen pemenuhan gizi anak sekolah di wilayah Papua Tengah.
Melalui penyesuaian skema ini, BGN menegaskan komitmennya untuk tetap adaptif terhadap kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadhan tanpa mengurangi kualitas layanan dan tujuan utama program, yakni meningkatkan status gizi dan kesehatan peserta didik.
.jpg)