Lebih dari 36.000 Warga AS Tinggalkan Timur Tengah akibat Konflik Iran
Pemerintah Amerika Serikat melaporkan bahwa lebih dari 36.000 warganya telah meninggalkan kawasan Timur Tengah sejak pecahnya konflik antara Amerika Melalui pernyataan resmi, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyampaikan bahwa puluhan ribu warga negara Amerika tersebut telah berhasil kembali dengan selamat ke negaranya atau meninggalkan wilayah konflik.
Asisten Menteri Luar Negeri, Dylan Johnson, menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan bantuan langsung kepada sekitar 23.000 warga negara AS yang berada di luar negeri selama situasi keamanan yang semakin memburuk di kawasan tersebut.
Menurut Johnson, Departemen Luar Negeri menyediakan berbagai bentuk dukungan, mulai dari panduan keamanan hingga bantuan perjalanan bagi warga Amerika yang ingin meninggalkan wilayah konflik.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyelenggarakan lebih dari dua lusin penerbangan charter untuk mengevakuasi ribuan warga Amerika dari berbagai negara di Timur Tengah.
“Sebagian besar warga Amerika yang telah meminta panduan justru menolak bantuan yang ditawarkan, memilih untuk tetap tinggal di negara tersebut atau memesan penerbangan komersial sendiri,” kata Johnson, seperti dikutip dari CBS News pada Selasa (10/3/2026).
Langkah evakuasi ini dilakukan sebagai upaya pemerintah Amerika Serikat untuk melindungi warganya di tengah meningkatnya ketegangan dan potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil asing.

Komentar
Posting Komentar