Bertemu Ulama Aceh, Tito Karnavian Soroti Peran Dukungan Spiritual bagi Penyintas Bencana Aceh Besar

Aceh Besar – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menekankan pentingnya penguatan spiritual bagi para penyintas bencana, khususnya di wilayah Aceh Besar.

Menurut Tito, dukungan mental dan keagamaan menjadi elemen krusial dalam proses pemulihan korban bencana, di samping pembangunan infrastruktur dan pemulihan ekonomi. Oleh karena itu, peran tokoh agama, khususnya ulama, dinilai sangat strategis dalam memberikan ketenangan batin serta kekuatan moral kepada masyarakat terdampak.

Hal tersebut disampaikan Tito saat menghadiri forum Silaturahmi Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia dengan Ulama Aceh yang digelar di Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Selasa (10/2/2026).

“Mohon dukungan dan juga mohon doanya agar kami bisa menjalankan ibadah ini, ibadah kemanusiaan ini,” ujar Tito di hadapan para ulama dan tokoh masyarakat Aceh.

Tito mengapresiasi peran ulama Aceh yang secara konsisten hadir di tengah masyarakat untuk memberikan penguatan mental dan spiritual kepada para pengungsi. Ia menegaskan bahwa keterlibatan ulama merupakan bagian penting dari proses pemulihan menyeluruh pascabencana.

Lebih lanjut, Tito menyampaikan bahwa pemerintah pusat berkomitmen melakukan penanganan dampak bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat secara terpadu dan berkelanjutan. Penanganan tersebut mencakup aspek tanggap darurat, rehabilitasi, hingga rekonstruksi.

Tito juga menuturkan bahwa sejak hari pertama bencana terjadi, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan seluruh unsur pemerintah, termasuk para menteri, TNI, dan Polri, untuk bergerak cepat menuju wilayah terdampak guna memastikan penanganan berjalan optimal.

Pemerintah, kata Tito, telah memetakan sebanyak 52 daerah terdampak yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dari hasil pemetaan tersebut, Provinsi Aceh tercatat sebagai wilayah yang mengalami dampak cukup parah dibandingkan daerah lainnya.

“Sehingga semua kekuatan kemudian difokuskan ke Aceh, tanpa menafikan Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Tetap ada alokasi dan pembagian tugas yang jelas,” jelas Tito.

Ia berharap, dengan sinergi antara pemerintah, aparat, dan para ulama, proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat, baik fisik maupun spiritual



Jakarta
– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperkuat komitmen untuk membersihkan institusi peradilan dari praktik korupsi. Upaya tersebut dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui penindakan, tetapi juga lewat pendekatan pendidikan dan pencegahan yang berkelanjutan.

Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo menyampaikan bahwa langkah pencegahan telah dilakukan jauh sebelum operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok beberapa waktu lalu. KPK, kata dia, juga bersinergi dengan Mahkamah Agung (MA) dalam penguatan aspek pencegahan dan pendidikan antikorupsi.

“Kami sudah turun langsung ke sejumlah wilayah untuk memetakan risiko korupsi di lingkungan peradilan, seperti di Pengadilan Tinggi Semarang, Surabaya, Manado, hingga Yogyakarta. Kami kumpulkan rekan-rekan hakim tinggi, para ketua dan wakil ketua pengadilan, hingga panitera sekretaris,” ujar Ibnu kepada awak media di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, KPK mendiskusikan berbagai potensi celah terjadinya tindak pidana korupsi di lingkungan peradilan. Dari hasil pemetaan itu, KPK menekankan penguatan budaya don’t want corruption atau tidak memiliki keinginan untuk melakukan korupsi.

“Strategi KPK dalam menangani korupsi terdiri dari tiga pilar utama, yakni pendidikan, pencegahan, dan penindakan. Pendidikan bertujuan membangun mentalitas individu agar tidak memiliki keinginan untuk korupsi. Pencegahan difokuskan pada perbaikan sistem agar tindak pidana sulit dilakukan,” jelas Ibnu.

Sementara itu, penindakan tetap dijalankan secara tegas terhadap setiap pelanggaran yang terjadi. Namun, Ibnu menekankan bahwa upaya pencegahan dan pendidikan harus dikedepankan.

“Kalau penindakan, itu artinya pelanggaran sudah terjadi. Tentu harus ditindak tegas. Tapi alangkah lebih baik jika kita mengutamakan mendidik dan mencegah,” tegasnya.

Ibnu juga memastikan bahwa KPK menyasar akar regenerasi penegak hukum dengan menggandeng Mahkamah Agung untuk memberikan pendidikan antikorupsi secara masif, khususnya bagi para calon hakim.

“Dengan membekali integritas sejak dini, diharapkan generasi baru hakim di Indonesia memiliki imunitas yang kuat terhadap godaan suap maupun gratifikasi di masa depan,” ujarnya.

Langkah kolaboratif tersebut dinilai menjadi sinyal kuat keseriusan KPK dan Mahkamah Agung dalam mengembalikan kepercayaan publik terhadap marwah institusi peradilan di Tanah Air.


Awal Mula Terbongkarnya Kasus Suap Ketua dan Wakil Ketua PN Depok

Sebelumnya, KPK mengungkap awal mula terbongkarnya kasus dugaan suap yang menjerat Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, I Wayan Eka Mariarta dan Bambang Setyawan. Perkara ini terkuak berawal dari pengajuan percepatan eksekusi pengosongan lahan.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan, pengajuan tersebut disampaikan oleh PT Karabha Digdaya (KD), anak usaha Kementerian Keuangan, yang telah memenangkan sengketa lahan dengan masyarakat sejak 2023.

“Pada 2023, PN Depok mengabulkan gugatan PT KD dalam sengketa lahan seluas 6.500 meter persegi di Kecamatan Tapos, Kota Depok. Putusan tersebut dikuatkan hingga tingkat banding dan kasasi,” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (6/2/2026) malam.

Pada Januari 2025, PT Karabha Digdaya mengajukan permohonan eksekusi pengosongan lahan kepada PN Depok. Namun hingga Februari 2025, eksekusi tersebut belum juga dilaksanakan, meskipun pihak perusahaan telah beberapa kali mengajukan permohonan lanjutan.

Di sisi lain, masyarakat mengajukan upaya peninjauan kembali atas putusan tersebut pada Februari 2025. Dalam rentang waktu itulah, I Wayan Eka Mariarta dan Bambang Setyawan diduga meminta Juru Sita PN Depok, Yohansyah Maruanaya, untuk menjadi perantara komunikasi dengan pihak PT Karabha Digdaya.

Menurut Asep, Yohansyah diminta menyampaikan permintaan imbalan kepada pihak perusahaan sebagai kompensasi percepatan eksekusi pengosongan lahan.

“Yohansyah kemudian bertemu dengan Head Corporate Legal PT Karabha Digdaya, Berliana Tri Kusuma, di sebuah restoran di Depok untuk membahas waktu eksekusi dan permintaan fee. Di situ terlihat adanya permintaan kompensasi atas percepatan pelaksanaan eksekusi,” jelas Asep.


Minta Fee Rp 1 Miliar, Disepakati Rp 850 Juta

Dalam proses tersebut, Berliana menyampaikan permintaan tersebut kepada Direktur Utama PT Karabha Digdaya, Trisnadi Yulrisman. Namun, pihak perusahaan menyatakan keberatan atas nilai awal sebesar Rp 1 miliar.

“Dalam perkembangannya, disepakati besaran fee percepatan eksekusi sebesar Rp 850 juta,” kata Asep.

Bambang Setyawan kemudian menyusun resume pelaksanaan eksekusi yang menjadi dasar diterbitkannya penetapan eksekusi pengosongan lahan oleh Ketua PN Depok pada 14 Januari 2026.

“Jika dilihat, permohonan sudah diajukan sejak Januari 2025 dan baru ditetapkan pada Januari 2026. Artinya, proses ini memakan waktu sekitar satu tahun,” ujarnya.

Eksekusi pengosongan lahan kemudian dilaksanakan oleh Yohansyah. Setelah itu, Berliana menyerahkan uang sebesar Rp 20 juta kepada Yohansyah.

Selanjutnya, pada Februari 2026, Berliana kembali bertemu dengan Yohansyah di sebuah arena golf dan menyerahkan uang sebesar Rp 850 juta. Dana tersebut bersumber dari pencairan cek dengan underlying pembayaran invoice fiktif PT SKBB Consulting Solusindo, konsultan PT Karabha Digdaya.


Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima audiensi lima pengusaha besar nasional di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Selasa (10/2/2026) malam. Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk menyerap berbagai masukan dari pelaku usaha terkait tantangan dan peluang perekonomian nasional ke depan.  Audiensi ini diselenggarakan atas permintaan para pengusaha yang ingin berdiskusi langsung dengan Presiden Prabowo. Lima pengusaha nasional yang hadir yakni Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group), Anthony Salim (Salim Group), Franky Widjaja (Sinar Mas Group), Boy Thohir (Adaro Energy), serta Sugianto Kusuma atau Aguan (Agung Sedayu Group).  Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha melalui semangat Indonesia Incorporated guna memperkuat daya saing nasional serta mempercepat pembangunan.  “Pembangunan industri harus berdampak langsung bagi rakyat, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian bangsa,” ujar Presiden Prabowo dikutip dari siaran pers, Rabu (11/6/2026).  Presiden juga mengajak para pengusaha untuk terus berkolaborasi dalam membuka dan memperluas lapangan pekerjaan, memperkuat sektor riil, serta mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional.  Merespons hal tersebut, para pengusaha menyampaikan komitmen bersama untuk mendukung penuh arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo. Dukungan tersebut meliputi upaya pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas gizi dan pendidikan anak-anak, hingga pembangunan industri yang berpihak pada kepentingan bangsa.  Audiensi yang berlangsung selama kurang lebih empat jam, mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB, berjalan dalam suasana penuh semangat gotong royong sebagai wujud penguatan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha. Pertemuan ini tidak hanya menjadi forum diskusi strategis, tetapi juga ajang silaturahmi untuk menyamakan langkah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.  Sebelumnya, Presiden Prabowo juga menerima audiensi Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Senin (9/2/2026) malam. Dalam pertemuan tersebut, Presiden kembali menekankan pentingnya sektor industri memberikan manfaat nyata bagi rakyat serta menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.  Berdasarkan siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah, pertemuan yang berlangsung sejak pukul 18.50 WIB hingga 22.00 WIB itu dihadiri oleh 22 pengusaha dan berjalan hangat serta penuh semangat kebersamaan. Selama kurang lebih tiga jam, Presiden Prabowo dan para pengusaha berdiskusi serta bertukar pandangan mengenai kondisi ekonomi nasional dan tantangan dunia usaha ke depan.  Presiden mendengarkan berbagai masukan dan aspirasi pelaku usaha, termasuk pandangan terkait arah kebijakan ekonomi nasional. Ia kembali menegaskan pentingnya semangat Indonesia Incorporated sebagai fondasi kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.  “Pembangunan industri harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat, membuka lapangan kerja seluas-luasnya, dan memperkuat kemandirian bangsa,” tegas Presiden Prabowo, Selasa (10/2/2026).  Adapun 22 pengusaha APINDO yang hadir antara lain Sofjan Wanandi, Sudamek, Suryadi Sasmita, Haryanto Adikoesoemo, Mucki Tan, Harijanto, Johny Darmawan, Shinta W. Kamdani, Sanny Iskandar, Eddy Hussy, Soegianto Nagaria, Lindrawati Widjojo, Hendra Widjaja, Budiarsa Sastrawinata, Ronald Walla, Adhi Lukman, Raymond Gunawan, Dedy Rochimat, Kris Adidarma, Leo Julianto Sutedja, dan Harry Lukminto.

Jakarta
– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima audiensi lima pengusaha besar nasional di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Selasa (10/2/2026) malam. Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk menyerap berbagai masukan dari pelaku usaha terkait tantangan dan peluang perekonomian nasional ke depan.

Audiensi ini diselenggarakan atas permintaan para pengusaha yang ingin berdiskusi langsung dengan Presiden Prabowo. Lima pengusaha nasional yang hadir yakni Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group), Anthony Salim (Salim Group), Franky Widjaja (Sinar Mas Group), Boy Thohir (Adaro Energy), serta Sugianto Kusuma atau Aguan (Agung Sedayu Group).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha melalui semangat Indonesia Incorporated guna memperkuat daya saing nasional serta mempercepat pembangunan.

“Pembangunan industri harus berdampak langsung bagi rakyat, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian bangsa,” ujar Presiden Prabowo dikutip dari siaran pers, Rabu (11/6/2026).

Presiden juga mengajak para pengusaha untuk terus berkolaborasi dalam membuka dan memperluas lapangan pekerjaan, memperkuat sektor riil, serta mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Merespons hal tersebut, para pengusaha menyampaikan komitmen bersama untuk mendukung penuh arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo. Dukungan tersebut meliputi upaya pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas gizi dan pendidikan anak-anak, hingga pembangunan industri yang berpihak pada kepentingan bangsa.

Audiensi yang berlangsung selama kurang lebih empat jam, mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB, berjalan dalam suasana penuh semangat gotong royong sebagai wujud penguatan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha. Pertemuan ini tidak hanya menjadi forum diskusi strategis, tetapi juga ajang silaturahmi untuk menyamakan langkah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga menerima audiensi Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Senin (9/2/2026) malam. Dalam pertemuan tersebut, Presiden kembali menekankan pentingnya sektor industri memberikan manfaat nyata bagi rakyat serta menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.

Berdasarkan siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah, pertemuan yang berlangsung sejak pukul 18.50 WIB hingga 22.00 WIB itu dihadiri oleh 22 pengusaha dan berjalan hangat serta penuh semangat kebersamaan. Selama kurang lebih tiga jam, Presiden Prabowo dan para pengusaha berdiskusi serta bertukar pandangan mengenai kondisi ekonomi nasional dan tantangan dunia usaha ke depan.

Presiden mendengarkan berbagai masukan dan aspirasi pelaku usaha, termasuk pandangan terkait arah kebijakan ekonomi nasional. Ia kembali menegaskan pentingnya semangat Indonesia Incorporated sebagai fondasi kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Pembangunan industri harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat, membuka lapangan kerja seluas-luasnya, dan memperkuat kemandirian bangsa,” tegas Presiden Prabowo, Selasa (10/2/2026).

Adapun 22 pengusaha APINDO yang hadir antara lain Sofjan Wanandi, Sudamek, Suryadi Sasmita, Haryanto Adikoesoemo, Mucki Tan, Harijanto, Johny Darmawan, Shinta W. Kamdani, Sanny Iskandar, Eddy Hussy, Soegianto Nagaria, Lindrawati Widjojo, Hendra Widjaja, Budiarsa Sastrawinata, Ronald Walla, Adhi Lukman, Raymond Gunawan, Dedy Rochimat, Kris Adidarma, Leo Julianto Sutedja, dan Harry Lukminto.


 

Gaza’s Border With Egypt Reopens, but Returnees Face a Lengthy Ordeal

Rafah — Gaza’s border crossing with Egypt has partially reopened, allowing the first groups of displaced Palestinians to return to the besieged territory after nearly two years. The returnees passed through the Rafah crossing, Gaza’s only remaining gateway to the outside world, amid ongoing restrictions and security concerns.

Navigating strict border controls, the threat of armed gangs, and continued airstrikes, the returning Palestinians described the journey as long and difficult. Despite the reopening, the Rafah crossing remains a major bottleneck, with only limited numbers of people permitted to cross in either direction.

Last week, dozens of Gaza residents who had traveled to Egypt for medical treatment were finally allowed to return to the war-ravaged enclave. Their passage marked the first significant movement of returnees since the crossing was shut down following Israel’s seizure of the Rafah land border in May 2024.

The full reopening of the Rafah crossing for the movement of people and goods was a central provision of the October ceasefire agreement between Israel and Hamas, as well as a key element of the Trump administration’s 20-point peace plan. However, four months later, restrictions imposed by Israel — and reportedly by Egypt — continue to limit access.

The Israeli military body responsible for administering civilian affairs in the occupied territories, the Coordinator of Government Activities in the Territories (COGAT), said in a statement last week that a partial reopening of the crossing to passengers began on Sunday as a “pilot” initiative. The move, according to COGAT, is intended to “test and assess the operation of the crossing.”

While the limited reopening offers a measure of relief to displaced civilians, humanitarian groups warn that the continued restrictions at Rafah are slowing the return of residents and the delivery of critical aid. For many Palestinians, the journey home remains uncertain, underscoring the fragile nature of the current ceasefire arrangements.



Brazil’s Lula Is on the Left. So How Has He Avoided Trump’s Scorn?

Brasília
— In the new regional order shaped by U.S. President Donald Trump’s approach to Latin America, Brazil has emerged as a notable exception. While ideological divisions have largely defined Washington’s relationships across the region, Brazil has managed to maintain a functional working relationship with the United States despite being led by a left-leaning government.

Under President Trump, the U.S. administration has generally viewed conservative governments in Latin America as natural allies, while treating leftist leaders with skepticism or open hostility. However, Brazil, governed by President Luiz Inácio Lula da Silva, a social democrat, has not followed this pattern.

Brazil is the only country in South America that openly resisted pressure and threats from the Trump administration while later succeeding in reestablishing constructive diplomatic ties. Analysts say this outcome reflects Brazil’s long-standing tradition of pragmatic foreign policy rather than ideological alignment.

For decades, Brazilian diplomacy has prioritized maintaining stable relations with a wide range of international partners, regardless of political orientation. This approach emphasizes dialogue, economic cooperation, and non-intervention, allowing Brazil to navigate shifts in global and regional power dynamics without becoming entrenched in geopolitical conflicts.

Brazil’s stance demonstrates how diplomatic consistency and strategic pragmatism can mitigate ideological tensions. Rather than confronting Washington directly on ideological grounds, Brasília focused on shared interests, particularly in trade, regional stability, and global governance.

As Latin America continues to adapt to changing U.S. foreign policy priorities, Brazil’s experience highlights an alternative model for engagement — one rooted in flexibility, institutional diplomacy, and a long-term commitment to balanced international relations.


What Is the SAVE America Act, and How Could It Change U.S. Voting?

 Washington, D.C. — Republicans in the United States Congress are pushing forward with the Safeguard American Voter Eligibility (SAVE) America Act, a proposed piece of legislation that would introduce new requirements for voter registration and participation in federal elections.

The U.S. House of Representatives is expected to vote on the bill on Wednesday. If passed, the SAVE America Act would require individuals to provide proof of U.S. citizenship when registering to vote in federal elections. In addition, voters would be required to present a government-issued photo identification that verifies citizenship in order to cast a ballot.

Supporters of the bill argue that the measure is necessary to strengthen election integrity and prevent noncitizens from registering and voting. Republican lawmakers have made the proposal a legislative priority for several years, citing concerns over vulnerabilities in the voter registration system. While available data indicates that cases of noncitizen voting do occur, such instances are considered rare and have not been shown to affect overall election outcomes.

Public opinion polls suggest that voter identification requirements are widely supported among Americans. However, the SAVE America Act has drawn strong opposition from Democratic lawmakers and voting rights advocates. Critics argue that the new requirements could disproportionately affect eligible voters, including low-income individuals, elderly citizens, and minority communities, potentially preventing millions of Americans from exercising their right to vote.

Democrats also warn that obtaining proof of citizenship and compliant photo identification could present logistical and financial barriers for many voters, particularly those updating or changing their voter registrations.

As debate over the bill continues, the House vote is expected to highlight the broader partisan divide over voting rights and election security ahead of future federal elections. The outcome of the vote will determine whether the SAVE America Act advances further in the legislative process.



Ideal Tax Ratio for Indonesia Difficult to Determine, Says Finance Minister

Jakarta, February 9, 2026
— Minister of Finance Purbaya Yudhi Sadewa stated that there is no precise benchmark for Indonesia’s ideal tax ratio in the 2026 State Budget (APBN), citing the rigid structure of the national tax system that limits rapid adjustment.

“It is difficult to determine the ideal figure. I don’t know,” Minister Purbaya said when speaking to reporters in Jakarta on Monday. He noted that Indonesia’s tax ratio has remained largely stagnant for decades, despite continuous growth in government expenditure.

According to the Minister, a tax ratio in the range of 11–12 percent would be sufficient to support the State Budget. He added that even achieving a level of 11–11.5 percent would provide significantly better fiscal space compared to current conditions.

However, Purbaya emphasized that increasing the tax ratio is a complex task that requires comprehensive and sustained efforts. These include system modernization, administrative reform, and changes in the conduct and performance of tax officials, which demand strong commitment across all levels of the Ministry of Finance.

The government is targeting an increase in the tax ratio from around 9 percent to 11–12 percent in 2026, a challenging objective given that revenue performance depends not only on economic growth but also on the effectiveness of tax administration and the integrity of tax officials.

Purbaya noted that while revenue shortfalls in previous years could be attributed to economic slowdown, such justification would no longer be valid if economic conditions improve but tax collection remains weak.

Historically, Indonesia’s tax ratio has fluctuated. After reaching 10.08 percent in 2024, it declined to around 9 percent in 2025. Data from the Directorate General of Taxes show the ratio fell to 8.42 percent in the first half of 2025 and stood at 8.58 percent in the third quarter, approaching levels seen during the 2020–2021 COVID-19 pandemic, when the ratio ranged between 8.33 and 9.11 percent.

Following that period, the tax ratio improved to 10.39 percent in 2022 and 10.31 percent in 2023, driven by tax reforms under the Harmonization of Tax Regulations Law and elevated global commodity prices.

Despite the renewed decline in 2025, Minister Purbaya expressed optimism that internal reforms within the Ministry of Finance—including staff rotation, strengthened management, and enhanced administrative and supervisory systems—will help improve tax performance and support fiscal sustainability in 2026.


Minister: 41 Percent of Indonesia’s Health Insurance Aid Misses Target

Jakarta, February 10, 2026
— The Government of Indonesia has identified serious challenges in the implementation of the National Health Insurance Premium Assistance Recipient program (PBI JKN), particularly related to the accuracy of beneficiary targeting.

Minister of Finance Purbaya Yudhi Sadewa revealed that a significant portion of PBI JKN recipients are not economically eligible to receive the assistance. Speaking at a meeting with Commission V of the House of Representatives of the Republic of Indonesia (DPR RI) in Jakarta on Monday, February 9, 2026, the Minister stated that approximately 41 percent of PBI JKN beneficiaries fall within economic deciles 6 to 10, which are outside the intended recipient category.

“There are still around 41 percent of PBI JKN recipients in deciles 6 to 10 who should not be classified as PBI JKN beneficiaries,” Minister Purbaya said.

Based on data presented during the meeting, only around 59 percent of the PBI JKN allocation in the 2026 State Budget (APBN) is currently benefiting the poor and vulnerable population classified in deciles 1 to 5. The remaining recipients are considered economically capable and no longer meet the eligibility criteria for government-funded health insurance assistance.

Despite these challenges, Minister Purbaya emphasized that the 2026 State Budget remains expansive and fiscally sustainable, designed to support the government’s eight priority agendas, including improving the quality and accessibility of healthcare services nationwide.

The government has allocated Rp247.3 trillion for the health sector in 2026, representing a 13.2 percent increase compared to the previous year. This allocation includes full support for the National Health Insurance (JKN) program, covering premium payments for 96.8 million participants.

According to the Minister, the increase in the health budget reflects the government’s constitutional obligation to safeguard public health and to protect citizens from the financial burden of healthcare costs.

In addition to health spending, the government estimates that Rp897.6 trillion of the 2026 State Budget will directly benefit the public through various social protection and economic empowerment programs. These include the Free Nutritious Meals Program, energy subsidies and compensation, People’s Business Credit (KUR), and other social assistance initiatives, including PBI JKN premium support.

However, inaccuracies in beneficiary data have led to public concern. Minister Purbaya noted that in February 2026, the deactivation and replacement of PBI JKN participants reached approximately 11 million people, or nearly 10 percent of total participants—a figure significantly higher than in previous periods, when changes affected fewer than one million people.

He stressed that the resulting public unrest was not caused by budget reductions, as funding levels remained unchanged. Instead, the issues stemmed from weaknesses in participant data management, operational readiness, and insufficient public communication regarding changes in PBI JKN status.

The government, he added, is committed to improving data accuracy and strengthening coordination to ensure that social assistance programs are delivered fairly, effectively, and in line with their intended objectives.


Minister: 41 Percent of Indonesia’s Health Insurance Aid Misses Target

Jakarta, February 10, 2026
— The Government of Indonesia has identified serious challenges in the implementation of the National Health Insurance Premium Assistance Recipient program (PBI JKN), particularly related to the accuracy of beneficiary targeting.

Minister of Finance Purbaya Yudhi Sadewa revealed that a significant portion of PBI JKN recipients are not economically eligible to receive the assistance. Speaking at a meeting with Commission V of the House of Representatives of the Republic of Indonesia (DPR RI) in Jakarta on Monday, February 9, 2026, the Minister stated that approximately 41 percent of PBI JKN beneficiaries fall within economic deciles 6 to 10, which are outside the intended recipient category.

“There are still around 41 percent of PBI JKN recipients in deciles 6 to 10 who should not be classified as PBI JKN beneficiaries,” Minister Purbaya said.

Based on data presented during the meeting, only around 59 percent of the PBI JKN allocation in the 2026 State Budget (APBN) is currently benefiting the poor and vulnerable population classified in deciles 1 to 5. The remaining recipients are considered economically capable and no longer meet the eligibility criteria for government-funded health insurance assistance.

Despite these challenges, Minister Purbaya emphasized that the 2026 State Budget remains expansive and fiscally sustainable, designed to support the government’s eight priority agendas, including improving the quality and accessibility of healthcare services nationwide.

The government has allocated Rp247.3 trillion for the health sector in 2026, representing a 13.2 percent increase compared to the previous year. This allocation includes full support for the National Health Insurance (JKN) program, covering premium payments for 96.8 million participants.

According to the Minister, the increase in the health budget reflects the government’s constitutional obligation to safeguard public health and to protect citizens from the financial burden of healthcare costs.

In addition to health spending, the government estimates that Rp897.6 trillion of the 2026 State Budget will directly benefit the public through various social protection and economic empowerment programs. These include the Free Nutritious Meals Program, energy subsidies and compensation, People’s Business Credit (KUR), and other social assistance initiatives, including PBI JKN premium support.

However, inaccuracies in beneficiary data have led to public concern. Minister Purbaya noted that in February 2026, the deactivation and replacement of PBI JKN participants reached approximately 11 million people, or nearly 10 percent of total participants—a figure significantly higher than in previous periods, when changes affected fewer than one million people.

He stressed that the resulting public unrest was not caused by budget reductions, as funding levels remained unchanged. Instead, the issues stemmed from weaknesses in participant data management, operational readiness, and insufficient public communication regarding changes in PBI JKN status.

The government, he added, is committed to improving data accuracy and strengthening coordination to ensure that social assistance programs are delivered fairly, effectively, and in line with their intended objectives.


 

Police Assess Claims Over Alleged Sharing of Confidential Trade Information

Thames Valley Police confirms that it has received a report concerning allegations of the potential sharing of confidential trade-related information by Andrew Mountbatten-Windsor with the late Jeffrey Epstein. The report was submitted by the campaign group Republic and is currently under assessment.

The matter arises following the release of correspondence by the United States authorities. The material includes emails which appear to suggest that confidential information associated with official overseas trade visits may have been shared with a third party. The correspondence reportedly refers to visits to Singapore, Vietnam, Shenzhen in China, and Hong Kong, as well as details of potential investment opportunities.

Under established government protocols, individuals appointed as trade envoys are subject to duties of confidentiality in relation to sensitive commercial, political, and strategic information obtained during the course of official engagements.

Andrew Mountbatten-Windsor served as the United Kingdom’s Special Representative for International Trade and Investment between 2001 and 2011. He has been approached for comment in relation to the allegations but has not provided a response at this time. He has previously and consistently denied any wrongdoing. It is noted that inclusion within materials associated with Jeffrey Epstein does not of itself constitute evidence of criminal conduct.

A spokesperson for Thames Valley Police said:

“We can confirm receipt of this report and are assessing the information provided in accordance with our established policies and procedures.”

Information reviewed by the BBC indicates that an email dated 7 October 2010 appears to show that details of forthcoming official trade visits were communicated to Jeffrey Epstein. Further correspondence suggests that on 30 November 2010, official reports relating to those visits—originating from Andrew Mountbatten-Windsor’s then special assistant, Amit Patel—may have been forwarded shortly after receipt.

Thames Valley Police has stated that the assessment remains ongoing. Any determination as to further action will be made following consideration of the available information and in line with applicable legal thresholds and investigative standards.


 

Kejati Sulsel Sita Rp 1,25 Miliar Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Bibit Nanas
SULAWESI

Jakarta – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) menyita uang tunai sebesar Rp 1,25 miliar terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan bibit nanas pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2024.

Kegiatan penyitaan tersebut dilakukan pada Kamis, 5 Februari 2026, sebagai bagian dari proses penyidikan perkara yang saat ini tengah ditangani oleh Kejati Sulsel.

Uang hasil penyitaan selanjutnya disetorkan ke Rekening Pemerintah Lainnya (RPL) atau rekening titipan Kejati Sulsel. Langkah ini dilakukan sebagai upaya penyelamatan kerugian keuangan negara selama proses hukum masih berlangsung.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sulsel, Rachmat Supriady, menjelaskan bahwa penyitaan aset merupakan bagian penting dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi, yang tidak hanya berfokus pada penindakan terhadap pelaku, tetapi juga pada pemulihan kerugian negara.

“Kita bukan hanya memproses subjek hukum, tetapi juga mengupayakan pemulihan keuangan negara. Uang sitaan tersebut telah kami setorkan ke RPL untuk menjamin penyelamatan kerugian negara selama proses hukum berjalan,” ujar Rachmat Supriady, Sabtu (7/2/2026).

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Didik Farkhan, menegaskan komitmen jajarannya untuk menuntaskan perkara ini secara transparan dan profesional. Ia juga mengimbau seluruh pihak yang terkait dengan proyek tersebut agar bersikap kooperatif dalam memberikan keterangan kepada penyidik.

“Kami mengharapkan semua pihak terkait bersikap kooperatif. Dukungan dari semua pihak sangat diperlukan demi kelancaran serta percepatan proses penyidikan,” kata Didik dalam keterangan terpisah.

Kejati Sulsel memastikan bahwa penyidikan perkara ini akan terus dikembangkan untuk mengungkap fakta-fakta baru, pihak-pihak yang bertanggung jawab, serta memastikan penegakan hukum berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.



 

Pemuda yang Racuni Keluarganya di Warakas Ternyata Pura-Pura Lemas Saat Ditemukan

Jakarta – Pemuda berinisial S (22) yang diduga meracuni keluarganya hingga tewas di Jalan Warakas VIII, Tanjung Priok, Jakarta Utara, diketahui hanya berpura-pura lemas saat pertama kali ditemukan di lokasi kejadian. Fakta tersebut diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar.

“Pura-pura sebagai alibi,” ujar Kompol Onkoseno dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (7/2/2026).

Onkoseno menjelaskan, hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa tidak ditemukan kandungan racun di dalam tubuh tersangka. Padahal, saat ditemukan, S sempat berada dalam kondisi lemah dan terdapat luka melepuh di beberapa bagian tubuh, sehingga sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, tiga anggota keluarga lainnya ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan kondisi mulut berbusa. Ketiganya masing-masing berinisial SS (50), AF (27), dan AD (14).

Selain pemeriksaan medis, pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan psikologis dan psikiatris terhadap tersangka guna memastikan kondisi kejiwaannya. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa tersangka tidak mengalami gangguan jiwa.

“Dari hasil pemeriksaan psikiater, yang dituangkan dalam visum et repertum psychiatricum, tidak ditemukan adanya gejala gangguan jiwa berat pada tersangka,” jelas Kompol Onkoseno.

Saat ini, penyidik Polres Jakarta Utara masih terus melakukan pendalaman motif dan rangkaian peristiwa dalam kasus tersebut guna melengkapi berkas penyidikan sebelum dilimpahkan ke tahap selanjutnya.



Update Hot Transfer Persib: Berlian Grade A dari Uzbekistan Dilirik, Siap Kalahkan Pamor Thom Haye?



Persib Bandung
kembali menjadi sorotan jelang dibukanya bursa transfer putaran kedua Super League 2025/2026. Klub berjuluk Maung Bandung tersebut dikabarkan tengah mengincar sejumlah pemain berlabel bintang demi memperkuat skuad untuk menghadapi paruh kedua musim.

Persib memang tidak ingin sekadar mempertahankan posisi di papan atas klasemen. Manajemen dan tim pelatih disebut tengah menyusun langkah strategis agar kekuatan tim tetap kompetitif hingga akhir musim.

Salah satu nama yang santer dikaitkan dengan Persib adalah Joey Pelupessy, gelandang Timnas Indonesia yang saat ini merumput di Liga Belgia. Pengalaman bermain di Eropa serta kapasitasnya sebagai gelandang bertahan modern membuat Pelupessy dinilai cocok dengan kebutuhan Persib.

Namun bukan hanya Pelupessy yang masuk radar.

Kabar terbaru menyebutkan Persib juga melirik pemain grade A asal Uzbekistan yang disebut-sebut sebagai “berlian Asia Tengah”. Sosok tersebut dikenal memiliki kualitas teknik tinggi, visi bermain tajam, serta pengalaman internasional bersama klub dan tim nasionalnya.

Jika transfer ini terealisasi, kehadiran pemain asal Uzbekistan tersebut digadang-gadang mampu memberi dampak instan, bahkan disebut berpotensi mengalahkan pamor Thom Haye yang sebelumnya sempat ramai diperbincangkan publik sepak bola Indonesia.

Langkah Persib membidik pemain berkualitas internasional sejalan dengan ambisi besar klub. Setelah sukses menjuarai liga dalam dua musim beruntun, Maung Bandung ingin memastikan kedalaman skuad tetap terjaga, terutama untuk menghadapi jadwal padat dan persaingan ketat di papan atas.

Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari manajemen Persib terkait nama-nama yang masuk dalam daftar incaran. Pihak klub memilih bersikap hati-hati dan fokus pada performa tim di lapangan.

Satu hal yang pasti, geliat Persib Bandung di bursa transfer putaran kedua dipastikan akan terus menarik perhatian. Jika benar “berlian grade A” dari Uzbekistan mendarat di Bandung, peta kekuatan Super League 2025/2026 bisa berubah drastis.


Suporter Malaysia dan Thailand Boleh Iri, Persib Bandung Tak Bisa Tidur Tenang di Papan Atas Liga Indonesia

Persib Bandung - 
memang tengah menikmati posisi puncak klasemen Super League Indonesia. Namun, berbeda dengan situasi di sejumlah negara Asia Tenggara, Maung Bandung sama sekali belum bisa merasa aman.

Ketatnya persaingan di papan atas membuat Liga Indonesia memiliki daya tarik tersendiri—sesuatu yang sulit ditemukan di kompetisi lain kawasan ini. Persib memimpin klasemen, tetapi jarak poin dengan para pesaing di empat besar sangat tipis dan dapat berubah hanya dalam satu pekan pertandingan.

Kondisi ini kontras dengan apa yang terjadi di Thailand, Malaysia, dan Singapura. Tiga negara tersebut saat ini memiliki liga yang nyaris “monoton” karena dominasi satu klub yang begitu kuat.

Di Thailand, Buriram United tampil sebagai penguasa Liga Thailand dalam beberapa musim terakhir. Di Malaysia, Johor Darul Ta’zim (JDT) bahkan seolah tak memiliki lawan sepadan. Situasi serupa terjadi di Singapura, di mana Lion City Sailors berdiri jauh di atas para pesaingnya.

Indonesia justru menyajikan cerita berbeda.

Persib Bandung memang berpeluang mengikuti jejak raksasa Asia Tenggara tersebut. Tim asuhan Bojan Hodak telah menjuarai Liga 1 dua musim beruntun, yakni 2023/24 dan 2024/25. Konsistensi, kedalaman skuad, serta stabilitas tim menjadi kekuatan utama Maung Bandung dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, dominasi Persib tak pernah benar-benar mutlak.

Pada musim 2023/24, Persib bahkan baru memastikan gelar juara setelah melewati babak championship—format yang membuka peluang bagi banyak tim untuk saling menjegal. Artinya, gelar tersebut diraih melalui persaingan ketat hingga fase akhir, bukan dominasi sejak awal musim.

Musim ini pun tak jauh berbeda. Meski berada di puncak klasemen, Persib terus “ditempel” ketat oleh para rival di papan atas. Setiap hasil imbang atau kekalahan berpotensi menggeser posisi Maung Bandung dari singgasana.

Inilah wajah Liga Indonesia yang sesungguhnya: kompetitif, penuh kejutan, dan sulit diprediksi.

Bagi suporter Thailand dan Malaysia yang terbiasa melihat klub favoritnya melenggang tanpa tekanan berarti, situasi di Indonesia mungkin terasa mengundang iri. Di sini, bahkan pemuncak klasemen pun tak bisa tidur nyenyak.

Persib Bandung boleh memimpin, tetapi untuk menjadi penguasa mutlak seperti Buriram United atau Johor Darul Ta’zim, Maung Bandung masih harus bertarung keras—pekan demi pekan—di liga yang tak pernah memberi ruang untuk lengah


Maung Bandung Rebut Puncak Klasemen, Bojan Hodak Ingatkan Liga Belum Usai

Bandung
– Persib Bandung sukses merebut puncak klasemen sementara BRI Super League 2025/26 setelah rangkaian hasil positif pada laga tunda pekan ke-8. Maung Bandung menutup tahun 2025 dengan pencapaian penting, namun tetap menjaga fokus menghadapi sisa kompetisi.

Pada pertandingan terakhir, Persib meraih kemenangan tipis 1-0 atas PSM Makassar. Di sisi lain, pesaing terdekat Persib, Borneo FC Samarinda, harus mengakui keunggulan Malut United FC dengan skor 2-3. Hasil tersebut membuat Persib dan Borneo FC sama-sama mengoleksi 34 poin.

Meski memiliki poin identik, Persib berhak menempati posisi teratas klasemen karena unggul head to head atas Borneo FC. Capaian ini menjadi modal positif bagi Marc Klok dan kawan-kawan jelang laga-laga krusial di awal tahun 2026.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, menegaskan bahwa perjalanan kompetisi masih panjang dan persaingan menuju gelar juara belum dapat disimpulkan saat ini.

“Sekarang kami memiliki poin yang sama dengan Borneo FC. Kami fokus ke pertandingan berikutnya melawan Persik Kediri dan setelah itu menghadapi Persija. Setelah itu baru kita lihat posisi kami di akhir putaran pertama,” ujar Hodak.

Persib dijadwalkan menjalani dua laga penting pada awal tahun, yakni bertandang ke markas Persik Kediri pada 5 Januari 2026 dan menjamu Persija Jakarta pada 11 Januari 2026. Meski berada di puncak klasemen, Hodak menegaskan timnya tidak boleh lengah dan tetap dituntut menjaga konsistensi hasil.

Pelatih asal Kroasia tersebut juga menilai laga melawan Persik Kediri akan menjadi ujian berat, terutama karena kekuatan lawan saat bermain di kandang sendiri.

“Pertandingan melawan Persik Kediri akan sulit. Mereka memiliki rekor yang bagus saat bermain di kandang. Ini akan menjadi laga yang tidak mudah, tetapi kami berharap bisa meraih kemenangan,” tambah pelatih yang dua musim beruntun meraih penghargaan Pelatih Terbaik Liga tersebut.

Persib Bandung kini berkomitmen menjaga performa dan fokus menjalani setiap pertandingan satu per satu, dengan target mempertahankan posisi puncak hingga akhir putaran pertama sekaligus mempertegas status Maung Bandung sebagai salah satu kandidat kuat juara BRI Super League 2025/26.


Tak Beri Waktu Berlibur, Persija Jakarta Terus Geber Latihan Jelang Hadapi Persijap Jepara

Jakarta
– Persija Jakarta langsung kembali menggelar program latihan intensif usai meraih kemenangan penting atas Bhayangkara Lampung FC. Macan Kemayoran menolak memberi waktu libur kepada para pemain demi menjaga momentum positif jelang laga berikutnya menghadapi Persijap Jepara.

Persija sebelumnya sukses meraih tiga poin penuh setelah menaklukkan Bhayangkara Lampung FC dengan skor meyakinkan 3-0 pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (29/12/2025).

Kemenangan tersebut menjadi modal berharga bagi Persija untuk terus bersaing di papan atas klasemen. Oleh karena itu, jajaran tim pelatih memutuskan untuk langsung melanjutkan persiapan tanpa jeda libur guna memastikan kondisi fisik, mental, dan taktikal pemain tetap berada pada level optimal.

Program latihan difokuskan pada pemulihan kondisi fisik pemain yang tampil penuh, sekaligus peningkatan intensitas bagi pemain yang memiliki menit bermain lebih sedikit. Selain itu, tim pelatih juga mulai menyiapkan skema permainan serta evaluasi taktik jelang menghadapi Persijap Jepara.

Manajemen Persija menegaskan bahwa keputusan untuk terus menggeber latihan merupakan bagian dari komitmen klub dalam menjaga konsistensi performa dan target meraih hasil maksimal di setiap pertandingan.

Dengan persiapan yang matang dan disiplin tinggi dalam latihan, Persija Jakarta berharap dapat melanjutkan tren positif sekaligus meraih hasil terbaik saat menghadapi Persijap Jepara pada laga selanjutnya.


PSIM Yogyakarta Resmi Lepas Rafinha ke PSIS Semarang Jelang Paruh Musim Liga 1 2025/2026

Yogyakarta
– Klub PSIM Yogyakarta secara resmi mengumumkan pelepasan penyerang asing asal Brasil, Rafinha, ke PSIS Semarang menjelang paruh musim kompetisi Liga 1 2025/2026. Kepastian tersebut disampaikan melalui laman resmi klub pada Senin (29/12/2025).

Manajemen PSIM menyebut keputusan ini merupakan hasil diskusi dan kesepakatan bersama antara klub dan pemain, dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi seluruh pihak.

Manajer PSIM Yogyakarta, Razzi Taruna, menjelaskan bahwa langkah melepas Rafinha telah dipikirkan secara matang. Menurutnya, manajemen berupaya mencari solusi yang paling tepat baik untuk klub maupun sang pemain.

“Keputusan ini tidak diambil secara terburu-buru. Kami berdiskusi secara terbuka dan profesional dengan Rafinha untuk menentukan langkah terbaik ke depan,” ujar Razzi Taruna.

Manajemen PSIM juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi Rafinha selama memperkuat Laskar Mataram, khususnya peran vitalnya dalam membawa PSIM promosi ke Liga 1 Indonesia.

“Rafinha memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah PSIM, terutama saat membantu tim promosi ke Liga 1. Atas dedikasi dan kerja kerasnya sejak musim lalu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” tambah Razzi.

Rafinha, yang memiliki nama lengkap Rafael De Sa Rodrigues, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaiannya bersama PSIM Yogyakarta. Ia menilai misinya bersama klub telah tuntas.

“Saya datang ke PSIM dengan satu misi, yaitu membawa tim ini naik ke Liga 1. Ketika itu tercapai, saya merasa sangat senang dan bangga,” ujar Rafinha.

Penyerang berusia 29 tahun tersebut juga mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan PSIM, suporter Laskar Mataram, serta Kota Yogyakarta.

“Saya rasa saya tidak akan pernah merasakan momen seperti ini lagi. Perasaan saya campur aduk, antara sedih karena harus berpisah dan senang karena pernah menjadi bagian dari sejarah PSIM,” tuturnya.

Pada musim 2024/2025, Rafinha tampil gemilang dengan mencetak 20 gol dari 22 pertandingan di Liga 2, sekaligus menjadi salah satu aktor utama keberhasilan PSIM meraih tiket promosi ke Liga 1. Namun, pada musim 2025/2026, menit bermainnya menurun seiring ketatnya persaingan di lini depan.

Hingga memasuki paruh musim, Rafinha tercatat hanya tampil dalam tiga pertandingan dengan total waktu bermain 59 menit.

Dengan kepindahannya ke PSIS Semarang yang berlaga di Pegadaian Championship, Rafinha diharapkan dapat kembali menemukan performa terbaiknya dan memberikan kontribusi maksimal bagi klub barunya.


Amad Diallo Gagal Antar Pantai Gading Menang atas Kamerun, Aljazair Pastikan Lolos ke 16 Besar

Jakarta
– Pemain sayap Manchester United, Amad Diallo, belum mampu membawa Tim Nasional Pantai Gading meraih kemenangan saat menghadapi Kamerun dalam lanjutan fase grup Piala Afrika 2025. Duel big match Grup F yang digelar di Stadion De Marrakesh, Maroko, Senin (29/12/2025) dini hari WIB, berakhir imbang 1-1.

Pantai Gading yang berstatus sebagai juara bertahan harus bekerja ekstra keras di fase penyisihan grup. Pada laga pembuka, skuad asuhan Emerse Fae hanya mampu menang tipis 1-0 atas Mozambique. Tantangan lebih berat pun datang saat menghadapi Kamerun, salah satu kekuatan tradisional Afrika.

Dalam pertandingan tersebut, Pantai Gading tampil percaya diri dan berhasil unggul lebih dulu melalui gol Amad Diallo. Winger berusia 22 tahun itu menjadi motor serangan The Elephants dan sukses memanfaatkan peluang untuk membawa timnya memimpin.

Namun keunggulan Pantai Gading tidak bertahan lama. Sebuah gol bunuh diri yang dicetak Ghislain Konan membuat Kamerun menyamakan kedudukan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tidak berubah meski kedua tim saling melancarkan tekanan di sisa waktu pertandingan.

Hasil imbang ini tidak mengubah posisi kedua tim di klasemen sementara Grup F. Pantai Gading tetap berada di puncak klasemen dengan koleksi empat poin, unggul selisih gol atas Kamerun yang menempati peringkat kedua dengan poin sama.

Sementara itu, persaingan menuju babak gugur tetap terbuka setelah Mozambique meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Gabon. Hasil tersebut membuat Mozambique mengoleksi tiga poin dan berada di posisi ketiga klasemen.

Pertandingan Pantai Gading melawan Kamerun menjadi salah satu big match di Piala Afrika 2025 yang menampilkan deretan pemain bintang Eropa. Selain Amad Diallo, Pantai Gading mengandalkan striker Udinese Vakoun Bayo serta Yan Diomande yang merumput bersama RB Leipzig.

Di kubu Kamerun, Christian Kofane dipercaya sebagai ujung tombak. Striker Bayer Leverkusen berusia 19 tahun itu mendapat dukungan dari Bryan Mbeumo. Kofane bahkan hampir mencetak gol pada menit ke-45, namun sepakannya dari jarak dekat masih membentur tiang gawang.

Pada pertandingan lain di Grup F, Tim Nasional Aljazair memastikan langkah ke babak 16 besar setelah menundukkan Burkina Faso dengan skor tipis 1-0. Kemenangan tersebut membuat Aljazair mengamankan tiket ke fase gugur lebih awal dan memperkuat status mereka sebagai salah satu kandidat juara.


 

Hasil Super League 2025/2026 Persija Jakarta Tekuk Bhayangkara FC 3-0

Jakarta – Persija Jakarta sukses meraih kemenangan meyakinkan saat menjamu Bhayangkara FC dalam laga tunda Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (29/12/2025) malam WIB, Macan Kemayoran menang dengan skor telak 3-0.

Pertandingan berjalan cukup ketat sejak menit awal. Persija dan Bhayangkara FC sama-sama tampil disiplin dan saling menekan. Sejumlah peluang berhasil diciptakan oleh kedua tim, namun hingga waktu normal babak pertama belum ada gol yang tercipta.

Kebuntuan akhirnya terpecah pada masa injury time babak pertama. Persija mendapat hadiah penalti setelah Eksel Runtukahu dijatuhkan oleh Nehar Sadiki di area terlarang. Allano yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa Persija unggul 1-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Persija tampil lebih agresif dan mendominasi jalannya pertandingan. Keunggulan tuan rumah bertambah pada menit ke-63. Umpan silang Bruno Tubarão gagal diantisipasi dengan sempurna oleh pemain Bhayangkara FC, Putu Gede, sehingga bola justru masuk ke gawang sendiri dan mengubah skor menjadi 2-0.

Gol kedua semakin meningkatkan kepercayaan diri Persija. Dominasi Macan Kemayoran akhirnya kembali berbuah pada menit ke-78 melalui gol ketiga. Jordi Amat melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dibendung kiper Bhayangkara FC, sekaligus memastikan kemenangan 3-0 bagi tim tuan rumah.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Bhayangkara FC tidak mampu memperkecil ketertinggalan. Persija Jakarta pun menutup laga dengan raihan tiga poin penuh di hadapan pendukungnya.

Tambahan tiga poin ini membawa Persija Jakarta menempati peringkat ketiga klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan koleksi 32 poin dari 15 pertandingan. Persija hanya terpaut dua poin dari Persib Bandung dan Borneo FC yang berada di posisi teratas klasemen.



 

Bintangnya Ditaksir Real Madrid, PSG Pastikan Tak Buka Komunikasi

Ligue 1 – Gelandang Paris Saint-Germain, Vitinha, dikabarkan masuk dalam radar Real Madrid yang tengah mencari tambahan kekuatan di lini tengah. Namun, peluang Los Blancos untuk memboyong pemain asal Portugal tersebut dipastikan menemui jalan buntu setelah PSG menegaskan tidak akan membuka komunikasi apa pun terkait transfer sang pemain.

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, disebut masih ingin memperkuat komposisi skuadnya menyusul kepergian dua gelandang senior, Toni Kroos dan Luka Modric, yang resmi meninggalkan klub. Manajemen Madrid pun mulai memetakan sejumlah nama untuk mengisi kekosongan tersebut, dengan Vitinha menjadi salah satu target utama berkat kreativitas dan konsistensinya di lini tengah.

Real Madrid bahkan dikabarkan siap mengajukan penawaran bernilai besar demi mendatangkan Vitinha ke Santiago Bernabeu. Namun, menurut laporan Defensa Central, Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi secara tegas menyatakan pihaknya tidak tertarik membuka pembicaraan dengan klub mana pun terkait sang pemain.

Saat ini, Vitinha masih terikat kontrak bersama PSG hingga 2029 dan memiliki klausul rilis yang disebut berada di angka 90 juta euro. Kendati demikian, PSG dikabarkan hanya akan mempertimbangkan pelepasan pemainnya dalam kondisi tertentu, termasuk jika terjadi penjualan besar yang melibatkan pemain lain dengan nilai transfer lebih tinggi.

Sikap keras PSG tak lepas dari relasi yang kurang harmonis dengan Real Madrid. Nasser Al-Khelaifi disebut masih menyimpan kekecewaan terhadap Los Blancos setelah keberhasilan mereka mendatangkan Kylian Mbappe secara gratis usai kontraknya berakhir. Selain itu, manuver Presiden Real Madrid Florentino Perez dalam proses negosiasi Mbappe di masa lalu turut memperkeruh hubungan kedua klub.

Di sisi lain, PSG tidak berada dalam situasi mendesak untuk melepas Vitinha. Pemain berusia 24 tahun tersebut masih menjadi bagian penting dalam skema permainan pelatih Luis Enrique. Sepanjang musim ini, Vitinha telah mencatatkan 6 gol dan 10 assist dari 30 penampilan di berbagai kompetisi, kontribusi yang menegaskan perannya sebagai motor permainan Les Parisiens.

Dengan kondisi tersebut, PSG menegaskan fokus mereka adalah mempertahankan kekuatan tim dan menjaga stabilitas skuad demi target domestik maupun Eropa, sekaligus menutup pintu bagi ketertarikan Real Madrid terhadap Vitinha.



Categories

Cari Blog Ini

Global Sport. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts