Persib Bandung - memang tengah menikmati posisi puncak klasemen Super League Indonesia. Namun, berbeda dengan situasi di sejumlah negara Asia Tenggara, Maung Bandung sama sekali belum bisa merasa aman.
Ketatnya persaingan di papan atas membuat Liga Indonesia memiliki daya tarik tersendiri—sesuatu yang sulit ditemukan di kompetisi lain kawasan ini. Persib memimpin klasemen, tetapi jarak poin dengan para pesaing di empat besar sangat tipis dan dapat berubah hanya dalam satu pekan pertandingan.
Kondisi ini kontras dengan apa yang terjadi di Thailand, Malaysia, dan Singapura. Tiga negara tersebut saat ini memiliki liga yang nyaris “monoton” karena dominasi satu klub yang begitu kuat.
Di Thailand, Buriram United tampil sebagai penguasa Liga Thailand dalam beberapa musim terakhir. Di Malaysia, Johor Darul Ta’zim (JDT) bahkan seolah tak memiliki lawan sepadan. Situasi serupa terjadi di Singapura, di mana Lion City Sailors berdiri jauh di atas para pesaingnya.
Indonesia justru menyajikan cerita berbeda.
Persib Bandung memang berpeluang mengikuti jejak raksasa Asia Tenggara tersebut. Tim asuhan Bojan Hodak telah menjuarai Liga 1 dua musim beruntun, yakni 2023/24 dan 2024/25. Konsistensi, kedalaman skuad, serta stabilitas tim menjadi kekuatan utama Maung Bandung dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, dominasi Persib tak pernah benar-benar mutlak.
Pada musim 2023/24, Persib bahkan baru memastikan gelar juara setelah melewati babak championship—format yang membuka peluang bagi banyak tim untuk saling menjegal. Artinya, gelar tersebut diraih melalui persaingan ketat hingga fase akhir, bukan dominasi sejak awal musim.
Musim ini pun tak jauh berbeda. Meski berada di puncak klasemen, Persib terus “ditempel” ketat oleh para rival di papan atas. Setiap hasil imbang atau kekalahan berpotensi menggeser posisi Maung Bandung dari singgasana.
Inilah wajah Liga Indonesia yang sesungguhnya: kompetitif, penuh kejutan, dan sulit diprediksi.
Bagi suporter Thailand dan Malaysia yang terbiasa melihat klub favoritnya melenggang tanpa tekanan berarti, situasi di Indonesia mungkin terasa mengundang iri. Di sini, bahkan pemuncak klasemen pun tak bisa tidur nyenyak.
Persib Bandung boleh memimpin, tetapi untuk menjadi penguasa mutlak seperti Buriram United atau Johor Darul Ta’zim, Maung Bandung masih harus bertarung keras—pekan demi pekan—di liga yang tak pernah memberi ruang untuk lengah
